19 July 2012

BAHAYA MINYAK GORENG BAGI KESEHATAN TUBUH

Source Image : Google
Makanan yang diolah dengan cara digoreng memang selalu menggiurkan. Meski terlihat menggugah selera, pemanfaatan minyak goreng selama proses pemasakan, ternyata juga bisa menjadi bumerang bagi kesehatan. Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh kurang dari 10 persen dari asupan harian. Sumber lemak jenuh umumnya berasal dari lemak daging, lemak susu, mentega, lemak babi, minyak kelapa, minyak sawit, dan juga minyak inti sawit. Selain itu, setiap kali Anda ingin menggoreng makanan, mulailah proses penggorengan pada suhu yang benar. Minyak yang digunakan untuk menggoreng sebaiknya berkisar antara 175-225 derajat celcius.

Mengurangi jenis makanan cepat saji juga bisa menjadi solusi terbaik. Makanan cepat saji yang diolah dengan cara digoreng biasanya mengandung lemak trans. Lemak trans merupakan lemak yang sebagian terjadi saat proses hidrogenasi lemak tak jenuh selama proses pemasakan. Lemak trans juga biasa dikenal sebagai lemak trans sintetis atau lemak industri. Lemak tersebut dapat mempengaruhi kenaikan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL), sehingga bisa menyebabkan beragam penyakit kardiovaskular seperti jantung. Sebagai rekomendasi pilihlah minyak zaitun. Minyak zaitun memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang mampu menurunkan kolesterol jahat dan juga tringserida tanpa menurunkan kadar kolesterol baik. (MI/BEY)



0 komentar:

Post a Comment