07 March 2013

KARMA DIBENTUK OLEH DIRI-SENDIRI, SEMUANYA TUMBUH DARI HATI

Source Image : Google
Pada akhir tahun tersebut saya harus mulai belajar pada sekolah tinggi kerajaan di ibukota selatan. Saat saya kembali ke Nanjing, suatu hari saya mengunjungi Yun Gu-Hui, seorang pendeta Zen dari gunung Chi-Sha. Kami duduk saling berhadapan selama tiga hari tiga malam tanpa mengantuk. Pendeta Yun berkata, “Orang yang biasa tidak berhasil mencapai kebijaksanaan dan kesucian disebabkan oleh banyaknya pikiran yang mengganggu dan juga terlalu banyaknya keinginan. Selalu ada penyebab dari ketidak-berhasilannya.
Saya menjawab, “Tuan Kong telah meramalkan hidup saya, baik untuk promosi, kehidupan maupun kematian, seluruhnya sudah diaturkan sehingga tidak ada yang perlu dipikirkan, dan keinginan atas sesuatu juga merupakan kesia-siaan. “Yun menjawab, “orang yang biasa dikendalikan oleh Energi Yin dan Yang, sehingga orang yang biasa tersebut masihlah didalam kuasa dan takdir. Tetapi untuk orang yang sudah berbuat kebaikan yang luar biasa, nasib tidak lagi dapat mengendalikannya. Sama saja jika seseorang melakukan sesuatu yang sangat buruk, takdir juga sudah tidak mengendalikannya. Selama dua puluh tahun terakhir, Anda sudah dibatasi oleh ramalan dari Tuan Kong, sehingga anda tidak mampu merubah takdirmu barang sedikitpun. Anda masih juga merupakan orang awam yang biasa. Padahal saya mengira bahwa anda mestinya dapat menjadi seorang yang penuh kebijaksanaan dan mencapai kesempurnaan. “Melanjutkan perkataannya, Yun mulai tertawa.
Saya kemudian bertanya kepadanya, “Apakah benar bahwa nasib dapat dirubah dan orang dapat melepaskan diri dari nasibnya ? “Yun berkata, “nasib diciptakan diri sendiri, bentuk kita diciptakan oleh hati kita, pikiran kita. nasib baik dan buruk juga ditentukan diri sendiri. Demikian dikatakan dalam semua buku-buku lama yang mengajarkan kebijaksanaan. Dalam Sutra tertulis bahwa jika anda berdoa untuk mendapatkan kemakmuran dan ketenaran, mempunyai seorang putra atau putri, atau untuk umur yang panjang, Anda akan mendapatkannya. Ini bukanlah kebohongan karena berkata yang palsu merupakan suatu dosa besar dalam ajaran Budha, karena tercatat dalam kitab suci, itu pastilah benar. “
Saya kemudian menjawab, “Mencius telah mengungkapkan bahwa setiap orang hanya boleh mengharapkan sesuatu yang dalam batas kendalinya. Dengan kata lain, kebajikan, keramahan, ketulusan adalah hal-hal yang dapat dibina. Tetapi jika berbicara tentang kemakmuran, ketenaran, kedudukan, bagaimana hal tersebut dapat dicari ataupun diminta ?”
Yun menjawab, “Mencius benar, tetapi Anda belum memahami inti ajarannya. Patriarch Zen yang ke-enam, Hui-Neng, telah berkata bahwa semua ladang kebajikan tidak melebih satu inci persegi yang kecil. Pencarian harus dilakukan kedalam, ke dalam hati kita, dengan cara demikian akan dapat menyatu dengan segalanya. Yang diluar hanyalah merupakan refleksi daripada yang didalam. Jika kita mencari ke dalam hati dalam mempraktekkan berbagai jalan kebajikan, dengan sendirinya penghormatan dari orang lain akan didapat, demikian juga dengan kedudukan dan kemakmuran. Jika kita tidak mampu melihat kedalam dan tidak mengendalikan pikiran sendiri, tetapi hanya mencari bentuk luar, maka walaupun  perencanaan dilakukan dengan baik, sasaran tetap tidak akan dapat dicapai.”

"Kutipan Cerita dari Buku Empat Pelajaran dari Liao Fan"

0 komentar:

Post a Comment