26 January 2014

BISA DIPERMUDAH KENAPA DIPERSULIT

Source Image : Google
Sering sekali kita mendengar pengungkapan seperti ini : "Kalau kita permudah jalan orang, niscaya jalan kita juga akan dipermudah oleh orang lain suatu hari nanti". Kira-kira seperti itu bunyinya, kalau salah mohon petunjuknya. Untuk postingan kali ini, penulis mencoba menuliskan kembali setiap kata-kata yang selalu terbayang-bayang atau muncul di pemikiran penulis untuk menjadikannya sebuah rangkaian kalimat yang minimal enak dibaca buat diri-sendiri.

Langsung saja, adapun pembahasannya adalah "Bisa dipermudah kenapa Dipersulit". Kedengarannya topiknya menarik sekali untuk diikuti, tetapi belum tentu buat isinya nanti. Jadi begini, maksudnya itu adalah kalau kita bisa membantu orang lain kenapa tidak kita bantu saja, bahasa sederhananya seperti itu. Kedengarannya hal ini mudah dilakukan, bukan kah begitu ? Mungkin secara konsep iya, belum tentu dalam penerapannya. Kalau kita renungkan, sebenarnya itu terjadi memang seharusnya terjadi seperti itu. Sehingga sulit sekali untuk mengatakan bahwa bertindak seperti itu benar dan seperti ini salah. Jadi tidak ada jawaban yang pasti mana yang terbaik. Maka mau tidak mau semuanya dikembalikan ke diri masing-masing saja, lagipula setiap orang memiliki pola pemikiran dan pengambilan keputusan yang berbeda-beda, dan semua itu tidak ada yang Salah.

Sebenarnya, diri kita sendiri lah yang akan membuat suatu hal itu menjadi apakah sederhana atau justru serumit-rumitnya. Contohnya sederhana, seperti kalau kita memang benar-benar NIAT ingin memberikan diskon atau promosi atau gratis kepada orang lain, tidak banyak menggunakan syarat dan ketentuan  berlaku seperti itu atau seperti ini. Itu adalah contoh memberikan diskon atau promosi atau gratis yang TIDAK NIAT. Kalau memang niat, tidaklah serumit itu. Menurut penulis, lebih baik jangan memberikan diskon atau promosi atau gratis kalau tujuannya adalah hanya "Mempersulit" orang dalam mendapatkannya semua itu.

Terus contoh yang tadi kaitannya dengan pembahasan apa ? jawabannya tentu saja ada kaitan atau hubungannya, contoh itu hanya sebuah perumpamaan saja. Sebenarnya maksud dari contoh itu adalah "Kalau memang benar-benar niat "Ingin Membantu", silakan bantu, Kalaupun tidak bisa membantu katakanlah dari awal bahwa "Tidak Bisa Membantu", jangan malah memberikan sebuah harapan atau janji-janji bahwa bisa membantu dengan syarat dan kesepakatan seperti ini seperti itu, itu namanya tidak benar-benar berniat  ingin membantu orang lain, justru malah sebaliknya "Mempersulit" orang lain. Kenapa bisa seperti itu ? kalau menurut penulis "Walaupun kita belum bisa membantu, paling tidak kita tidak mempersulit orang itu". Itu menurut penulis lebih baik, daripada membantu tidak niat yang justru "Mempersulit".

Jadi seperti topiknya, kalau bisa kita permudah kenapa harus kita persulit. Sederhana sekali kan ? Kalau memang bisa bantu katakanlah "Iya" dan kalau tidak bisa katakanlah "Tidak". Jangan malah bantu "Tidak" justru persulit "Iya". Sekiranya pembahasan cukup dulu sampai disini. Seperti biasanya di penutup, penulis selalu berusaha bisa memberikan sebuah kata kutipan. Adapun kata kutipannya seperti ini :



"Walaupun sampai saat ini kita belum bisa memberikan kontribusi dan manfaat kepada orang lain, Setidaknya kita tidak mempersulit jalan orang itu"

0 komentar:

Post a Comment