Dare to Dream

Follow Your Dreams, For They Are The Hope Of The Future

29 March 2014

BISA KARENA TERBIASA

Posting kali ini penulis ingin berbagi cerita saja, ya topiknya masih seputar "Bisa Karena Terbiasa". Langsung saja deh, ceritanya itu waktu penulis masih duduk dikelas 2 SMP ada teman penulis yang mahir dalam memainkan buku maksudnya itu lho bisa memutar buku dengan menggunakan jari tangan. Nah, penulis melihatnya dan dengan cepatnya penulis juga ambil buku dan mencoba memutarkannya menggunakan jari, apa yang terjadi buku itu tidak bisa memutar yang ada jatuh terus kebawah lantai. Berkali-kali penulis mencoba tetap saja gagal dan jatuh dan jatuh terus bukunya. Awalnya penulis sudah mulai bosan mau melanjutnya memutar bukunya itu, karena waktu itu tekad penulis cuma satu : "Bagaimana caranya saya bisa memutar buku menggunakan jari tangan", hanya itu dalam benak pikiran penulis waktu itu.

Akhirnya yang bisa penulis lakukan adalah : setiap harinya penulis ambil buku dan terus memutarkannya dijari tangan, sampai pulang dari sekolah waktu itu, penulis dirumah masih tetap memutarkannya bukunya, ya hasilnya masih belum bisa putar dijari. Itu yang penulis lakukan berhari-hari tanpa bosan untuk mengambil buku yang terus jatuh setiap mencoba memutarkannya. Akhirnya semangat dan tekad penulis sudah mulai kelihatan setelah beberapa minggu kemudian, akhirnya buku sudah mulai bisa memutar sedikit dan setelah itu tetap saja jatuh. Tetapi penulis sudah senang sekali, karena sudah ada perkembangan dan hasilnya sudah mulai kelihatan. Dari situ penulis semakin bersemangat untuk mencoba memutar dan terus memutarkan bukunya, sampai waktu itu dikelas lagi ada gurunya penulis tetap saja fokus pada memutar bukunya (Nah kalau bagian ini jangan ditiru, karena malah ketinggalan mata pelajaran).

Dalam waktu berbulan-bulan penulis mencoba memutarkan buku dijari, akhirnya membuahkan hasil yang manis sesuai yang diinginkan penulis, akhirnya setelah melewati proses yang berbulan-bulan penulis akhirnya sudah bisa memutarkan bukunya dijari, tetapi belum mahir seperti temannya penulis. Setelah penulis sudah bisa memutarkan buku dijari, tetapi sepertinya masih ada kurang menurut penulis, kenapa memutarkannya sebentar saja dijari dan kemudian berhenti atau jatuh lagi. Akhirnya penulis masih terus belajar dan belajar bagaimana caranya memutarkan bukunya agar bertahan yang lama.  Dan dengan tekad, usaha dan semangat penulis akhirnya bisa memutarkan buku dijari dan bertahan cukup lama baru berhenti atau jatuh. 

Untuk bisa memutarkan buku dijari dan bertahan cukup lama itu penulis baru bisa menguasai setelah duduk dibangku kelas 1 SMA, yang awalnya penulis hanya bisa memutarkan buku pada waktu duduk dikelas 2 SMP. Itulah sebuah proses dalam mencapai tujuan yang diinginkan, tiada yang instan bisa kita dapatkan atau kuasai dalam hitungan detik, menit atau jam. Dibutuhkan kesabaran, semangat  dan usaha untuk bisa mewujudkannya. Awalnya penulis juga mulai bosan dan putus asa, kenapa bukunya selalu jatuh. Tetapi karena sudah bertekad dan bersemangat penulis untuk bisa memutar buku tersebut, akhirnya rasa bosan dan putus asa yang muncul bisa dengan perlahan-lahan dihilangkan.

Dari cerita sederhana penulis itu, sebenarnya apapun itu untuk bisa mencapainya tidaklah seperti membalikkan telapak tangan, artinya langsung terwujud, Semua dibutuhkan proses, kesabaran, usaha dan semangat yang tidak pernah padam dan lelah dalam usaha mencapai tujuan tersebut. Andaikan waktu itu penulis menyerah dan tidak melanjutkan untuk memutarkan buku dijari tersebut, mungkin hari ini penulis tetap saja belum bisa memutarkan buku dijari. Makanya dikatakan : Semua bisa karena terbiasa, dan sebaliknya juga semua belum bisa karena belum terbiasa saja, tiada yang tidak bisa, hanya belum bisa saja. Jadi apapun itu tujuan dan impian yang ingin kita gapai, semua bisa terwujud asalkan kita tetap berusaha dan bersemangat untuk mencapai dan mewujudkan mimpi itu.

Penulis merasa sudah cukup sampai disini berbagi ceritanya, untuk penutup akan berusaha diberikan sebuah kata kutipan sebagai penutup dari topik artikel kali ini. Adapun kata kutipannya adalah seperti ini :

"Tiada yang tidak bisa, yang ada hanyalah belum bisa. Bisa karena terbiasa, belum bisa karena belum terbiasa saja"

16 March 2014

ANTARA KEMAMPUAN DAN KEBERUNTUNGAN

Source : Google
Banyak sekali orang yang memiliki kemampuan tetapi sayang sekali kurang beruntung dalam hal berkarier didunia nyata, malah justru sebaliknya orang yang memiliki kemampuan biasa-biasa saja tetapi sukses besar dalam berkariernya. Timbul lah pertanyaan, adakah penentu faktor lain selain kepintaran atau kemampuan yang dimiliki, yang biasa kita sebut sebagai keberuntungan. Nah, itulah topik pembahasan artikel untuk kali ini mengenai antara Kemampuan dan Keberuntungan dalam karier. Karena penulis sendiri juga merasa belum bisa apa-apa bahkan apapun yang penulis miliki saat ini merasa bersyukur dan beruntung sekali, jarang sekali penulis merasa bahwa semua berasal dari kemampuan yang dimiliki, karena sebenarnya penulisnya hanya biasa-biasa saja. 

Yang penulis alami selama ini, banyak hal yang terjadi diluar jangkauan kemampuan penulisnya, artinya serasanya semua itu karena faktor keberuntungan, karena penulis merasa disekitar penulis masih banyak orang-orang yang lebih baik dan memiliki kemampuan terbaik. Nah, karena itulah penulis selalu merasa bersyukur dan beruntung dalam hidup ini dengan kemampuan biasa-biasa saja tetapi memiliki keberuntungan yang lebih baik. Sehingga penulis merasa, memiliki sebuah inteligensi atau kemampuan yang tinggi tidaklah cukup untuk jaminan akan memiliki karier atau sukses yang lebih baik. Begitu juga halnya, hanya mengandalkan faktor keberuntungan saja, tidaklah maksimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal pula.

Artinya bahwa kedua hal tersebut haruslah seimbang, dimana kemampuan dan keberuntungan harus seimbang atau memiliki kedua hal tersebut. Karena seperti yang dijelaskan sebelumnya, hanya mengandalkan kemampuan saja, belum tentu mendapatkan hasil yang maksimal. Begitu juga sebaliknya, hanya mengandalkan faktor keberuntungan juga tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal. Banyak sekali kita lihat, orang-orang tersebut telah berusaha maksimal dan terbaik kenapa peruntungannya tidak juga membaik dan membaik, sedangkan orang-orang itu hanya berusaha seperti biasa, tetapi peruntungannya lebih baik. Maka kedua faktor itu sangatlah penting dan saling berkaitan antara satu sama yang lainnya. 

Kemampuan bisa didapatkan dengan berusaha terbaik atau mempelajari sesuatu hal yang baru dan menguasainya, sehingga memiliki suatu keahlian yang orang lain belum memiliki. Sedangkan untuk peruntungan bagaimana mendapatkannya. Peruntungan bisa didapatkan dari Doa dan Keyakinan, seperti : berbuat kebajikan sesama orang lain, selalu memberikan senyuman ketika bertemu sapa dengan orang lain, ramah dengan orang lain, memiliki sopan dan santun, dan terus berbuat kebaikan. Secara tidak sadar peruntungan kita akan datang kepada kita, sederhananya adalah ketika orang lain melihat kita memiliki sikap yang ramah, sopan dan selalu ceria tersenyum, orang lain akan mendoakan hal yang baik pula. Mungkin ini hanya menurut penulis saja, bahwa peruntungan itu bisa didapatkan dengan hal sesederhana itu yang dijelaskan diatas.

Artinya apa sekarang, bahwa apabila kita memiliki kemampuan tetapi belum beruntung seperti orang yang lain, tidak lah apa-apa, tetap sabar dan tersenyum bahwa semuanya sudah ada jalannya dan waktunya saja tidak lah sama, hanya butuh kesabaran untuk mendapatkannya, tentu saja jangan lupa tetap berusaha yang terbaik serta diiringi doa dan keyakinan untuk bisa mengapai semua itu. Penulis merasa cukup untuk pembahasan artikel kali ini. Bahasa yang digunakan kali ini agak-agak kurang baik tata bahasanya, karena jujur sebenarnya penulisnya bingung mau susun kata-katanya dari mana dulu. Bagaimanapun juga, janganlah pernah berputus-asa dan patah semangat dalam menjalani hidup ini, karena kita tahu semua Hidup ini memang Sulit, tapi Tiada yang Tidak Mungkin apabila kita bersungguh-sungguh menjalaninya. Jadi Tetaplah semangat dan berusaha lakukan yang terbaik dengan kemampuan terbaik kita dalam hidup ini untuk mewujudkan semua impian kita dimasa mendatang. Untuk penutup, seperti biasa harus ada sebuah kata-kata kutipan dari artikel ini. Adapun kata  kutipannya seperti ini :

" Mengandalkan kemampuan saja tidaklah cukup, begitu juga halnya mengandalkan keberuntungan saja juga tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Maka dibutuhkan keseimbangan antara kemampuan dan keberuntungan untuk mendapatkan hasil yang maksimal"