Dare to Dream

Follow Your Dreams, For They Are The Hope Of The Future

30 April 2014

ALAT PANCING DAN IKAN

Source Image : Google
Posting kali ini, penulis hanya ingin berbagi cerita saja. Ceritanya ini, dulu waktu penulis masih dimasa-masa berjuang kala, ya sekarang juga masih tetap terus berjuang. Penulis merasa sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada QQ saya, beliau lah yang mendidik dan membentuk penulis bisa seperti ini, tanpa beliau hari ini, nasib penulis entah seperti apa dan menjadi apa. Sekali lagi, terima kasih QQ.

Selama penulis bersama QQ saya, banyak hal yang penulis belajar dan mendapatkan pengalaman-pengalaman yang luar biasa dari QQ saya. Salah satunya, yang penulis masih ingat yaitu mengenai perumpamaan Alat Pancing dan Ikan ini yang QQ saya berikan kepada penulis. Jadi ceritanya itu, kebetulan penulis ini berasal dari keluarga yang sangat-sangat sederhana sekali bukan dari keluarga yang berada atau lain sebagainya.

Jadi, QQ saya mengumpamakan kalau diri penulis itu dari keluarga yang sederhana tidaklah mungkin kalau keluarga penulis bisa memwariskan harta kekayaan, perusahaan atau lain sebagainya artinya bahwa penulis tidak selamanya akan diberikan Ikan untuk bisa dinikmati. Maka QQ saya mengumpamakan karena diri penulis dari keluarga yang sederhana maka hanya dimodalkan sebuah Alat Pancing yaitu Pendidikan saja, itulah satu-satunya yang bisa penulis andalkan untuk mencari Ikan nanti dimasa mendatang. 

Kata QQ saya, kalau kamu rajin, ulet dan pintar atau cerdas mencari Ikan dengan Alat Pancing itu, maka kamu akan mendapatkan Ikan yang banyak dan besar-besar. Jikalau kamu hanya biasa-biasa saja, maka kamu akan tetap mendapatkan Ikan tetapi jumlahnya sedikit dan kecil-kecil. Itulah perumpamaan yang penulis dapatkan dari QQ saya. Luar biasa sekali kan perumpamaannya.

Jadi, singkatnya Alat Pancing itu adalah perumpamaan dari Pendidikan, sedangkan Ikan itu adalah perumpamaan dari Harta Kekayaan. Artinya anak yang berasal dari keluarga yang mampu atau kaya tentu anak-anaknya bisa diwariskan kekayaan atau perusahaan orang tuanya untuk melanjutkan bisnis keluarganya, tentu seperti itu anak-anaknya dapat langsung melanjutkan usaha atau bisnis yang sedang berjalan, artinya tidak membangun bisnis lagi dari Nol. Sedangkan kebetulan penulis itu dari keluarga sederhana, yaitu keluarga petani, tentu tidak ada warisan semacam harta kekayaan atau perusahaan yang anak-anaknya bisa melanjutkan usaha atau  bisnis orang tuanya, maka dari itu penulis maupun saudara-saudara penulis yang lainnya hanya diwariskan Alat Pancing yaitu Pendidikan saja. Dan dengan Alat Pancing itulah penulis dan saudara-saudara penulis lainnya mencari Ikan.

Dan yang terakhir, yang masih penulis ingat itu QQ saya mengumpamakan tersebut karena kalau Ikan berarti bisa kita nikmati langsung tanpa perlu usaha untuk memancing atau mendapatkan Ikan terlebih dahulu, sedangkan kalau Alat Pancing berarti sebelum bisa menikmati Ikan tersebut maka terlebih dahulu harus usaha memancing untuk mendapatkan Ikan baru nanti bisa dinikmati. Penulis sangat bersyukur dibekali Alat Pancing, yang sekarang penulis mulai merasakan apa yang QQ saya bilang itu benar sekali. Dengan Alat Pancing ini, penulis sekarang bisa mendapatkan Ikan.Walaupun Ikannya yang didapatkan masih kecil sekali, tetapi bersyukur bisa mencukupi kebutuhan penulis sendiri saat ini. Seperti yang QQ saya bilang, kalau mau mendapatkan Ikan yang banyak dan besar maka harus rajin, ulet dan gigih serta harus pintar dan cerdas dalam mencari tempat Ikan yang banyak dan besar itu berada dimana.

Untuk penutup, penulis coba menyederhanakan cerita tersebut menjadi sebuah kata kutipan secara keseluruhan. Adapun kata kutipannya berbunyi seperti ini :


"Bersyukurlah bagi yang terlahir dikeluarga berada, bisa langsung menikmati Ikan. Dan Bersyukur serta berbahagialah bagi yang terlahir dikeluarga sederhana, Alat Pancing lah satu-satunya cara untuk bisa menikmati Ikan. Maka belajar dan tuntutlah ilmu pengetahuan setinggi mungkin, Kelak itulah yang jadi Sumber Rejeki" 

12 April 2014

DAUN YANG JATUH TIDAK PERNAH MEMBENCI ANGIN

Seringkali kita melihat atau mendengar seseorang mengalami kesuksesan atau kegagalan dalam kehidupan ini. Tentu tidak bisa dipungkiri kita semua ingin mencapai kesuksesan masing-masing sesuai dengan cita-cita yang diimpikan. Tetapi ada hal yang terlupakan, ketika seseorang mencapai kesuksesan maka semuanya akan berjalan lancar dan tidak ada apa-apa yang terjadi. Tetapi sebaliknya, apabila mengalami kegagalan, pasti akan muncul banyak masalah, seperti tentu akan mencari kesalahan atau penyebab kegagalan tersebut, apakah itu menyalahkan orang lain salah satunya atau yang lainnya 

Memang tidak bisa kita pungkiri disini, faktor kesuksesan dan kegagalan banyak sekali dan berbeda-beda kontribusinya bagi setiap orang yang mengalami dan menjalaninya. Tetapi yang ditekankan disini adalah bahwa ketika mencapai keberhasilan janganlah melupakan rekam masa lalu, atau sederhananya ingatlah kembali kita bisa seperti ini karena apa dan karena apa, artinya mengatakanlah pada diri sendiri, bahwa sampai hari ini saya berada disini juga karena ini dan ini. Selalu mensyukuri apapun yang terjadi dalam kehidupan ini, memang terkadangkala itu sulit untuk kita dapat mengambil keputusan yang tepat dan berpikiran yang bijaksana apabila diposisikan tersullit, jujur bagi penulis sendiri juga masih sulit untuk hal ini. Itu karena hanya belum bisa saja karena belum terbiasa diposisi sulit tersebut. Jadi marilah kita bersama-sama terus belajar dan tumbuh berkembang yang lebih baik seiring semakin banyak waktu yang telah kita jalani dan lewati dalam kehidupan ini.

Banyak sekali hal yang tidak bisa kita pungkiri, bahwa kita hanya bisa memberikan yang terbaik dan berusaha yang terbaik, memaksimalkan kemampuan yang ada. Memang semua itu belum tentu akan memposisikan atau menjanjikan kita akan berhasil mencapai tujuan kita. Kembalikan lagi kepada keyakinan masing-masing, kesabaran dan semangat dalam mencapai tujuan itu. Selain itu juga, masih banyak faktor yang mempengaruhi semua itu. Jadi berusaha yang terbaik dan menikmati setiap proses yang ada. Semakin panjang proses yang dilewati dan proses yang dilewati tersebut tersulit, maka akan membantu dalam berkembang lebih baik, walaupun hasil yang dicapai belum maksimal, tetapi untuk pencapaian pembentukan karakter dan pribadi yang kuat sudah lebih baik.

Dan juga, apabila dalam kondisi terbawah atau dalam keadaan yang tersulit janganlah pernah menyalahkan semua yang ada disekitar kita. Sederhananya, apabila dalam keadaan yang terbaik artinya semua berjalan sesuai yang diharapkan, semua itu bukanlah semata pencapaian atau usaha kita semata, melainkan apa pihak-pihak yang lain yang membantu secara langsung atau tidak langsung kita dalam mencapai tujuan tersebut, artinya apabila sudah berada dalam posisi terbaik, ingatlah kembali saat ini bisa seperti itu juga karena ini dan itu. Janganlah pernah melupakan setiap proses yang dilewati ketika dimasa tersulit. Tetapi sebaliknya, apabila diposisi tersulit janganlah sedikitpun menyalahkan siapapun atau apapun itu apalagi sampai membencinya dan memusuhi hanya karena suatu hal yang belum jelas kebenarannya. Artinya apabila diposisikan terbaik ingatlah apapun itu atau sekecil apapun hal itu, mengingat kembali karena itulah bisa seperti ini. Dan sebaliknya, apabila diposisikan tersulit jangan sekali-sekali menyalahkan siapapun atau apapun itu.

Tetapi semua itu karena pribadi kita yang belum memaksimalkan seluruh kemampuan yang dimiliki. Secara teori, memang mudah sekali mengatakan seperti itu, belum tentu dalam penerapannya, itu juga penulis akui. Tetapi dalam kehidupan ini setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun itu kita tidak pernah berhenti untuk belajar demi menjadi yang lebih baik atau menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Maka dalam posisi tersulit itu bukanlah berarti selamanya akan seperti itu, begitu juga sebaliknya. Hanya jalan yang waktu yang berbeda saja mengalami hal tersebut, semua itu ada waktunya dan semua itu akan terlewati, hanya sekarang bagaimana kita menyikapi dan bertahan atau bersabar dalam menjalani dan menghadapi semua itu, baik itu manis ataupun pahit.

Seperti biasanya, untuk dipenghujung artikel ada sebuah kata kutipan dari penulis, walaupun kadangkala isinya cukup ngawur atau bahkan memang ngawur sekali. Untuk kata kutipan kali ini, berbunyi seperti ini :

"Setiap orang pasti akan mengalami sisi yang terbaik dan terburuk dalam hidupnya hanya saja waktunya yang tidak sama, ketika dalam sisi terburuk bersikaplah seperti layaknya daun yang jatuh tidak pernah membenci angin"