09 November 2014

Saudara Kandung Power Rangers

Source Image : Google
Ceritanya ini penulis punya banyak saudara guys, mau dibuat satu group band juga bisa, tapi bukan boyband ya, kecuali kalau lahirnya kembar laki semua mungkin bisa jadi hahahaha.... Tapi disini penulis coba flashback dengan menuliskan kembali kenangannya, ya kurang lebih seperti ini : Dulu jaman masih anak kecil penulis sama semua saudara senangnya menonton film kartun atau yang super hero gitu deh. Kebetulan penulis punya 1 Kakak laki-laki 2 Kakak perempuan dan 1 Adik laki-laki, jadi kalau dijumlahin penulis punya Lima Saudara Kandung. Nah itu pas banget kan kalau jadi super hero Power Rangers guys berlima gitu. Nah dulu kalau nonton power rangers kan bareng tuh, entah dari ide sapa pokoknya waktu itu, dari kakak atau penulis atau adik masing-masing berbagi peran sesuai power rangersnya. Waktu itu, Kakak laki-laki penulis jadi power ranger merah, kakak perempuan ke-2 dan ke-3 penulis jadi power ranger kuning dan pink, nah sedangkan penulis kebagian power rangers hijau dan adik penulis sisanya donk power ranger biru. Kira-kira kurang lebih penampakan seperti ini deh.

Source Image : Google
Tidak sampai disitu saja guys, bahkan gara-gara obsesi jadi power rangers sebenar-benarnya seperti dalam filmnya. Kan kita tahu power rangers itu punya senjata maupun kendaraan robot-robotnya gitu kan. Nah kami lima bersaudara jadikan pohon jambu air disamping rumah korban kendaraan robotnya...hahahaha, jadi gini maksudnya pohon jambu air itu ibarat kendaraan robot power rangersnya ketika melawan musuhnya. Dalam robotnya itu kan masing-masing personil punya peran dan bagian untuk mengendarai dan menjalankan fungsi bagian robot itu. Nah dipohon jambu itu kami bersaudara juga membagi-bagi daerah masing-masing ya kurang lebih seperti robotnya gitu. Kira-kira korbannya seperti pohon jambu air dibawah ini deh. 

Source Image : Google
Karena pohon jambu cukup besar dan kokoh, maka setiap dari dahan-dahan dari pohon jambu air itu lah kami bersaudara jadikan daerah masing-masing, ya kalau dingat-ingat sejujurnya dahan yang paling kasian itu ditempati adik penulis...hahaha, karena dahannya itu agak condong keatas jadi duduknya itu sebenarnya berdiri karena bersandar ke dahan lainnya dan ga terlalu landai gitu, dan paling mengenaskan itu kalau lagi musim jambu air paling sedikit kebagian buah-buahnya, karena dahan adik penulis itu paling sedikit buah jambu airnya. Dan yang dahan paling enak ya ditempati penulis donk...hihihihi, udah dahannya landai bisa duduk enak dan santai sambil menikmati buah-buah jambu air yang banyak, kebetulan banget dahan yang bagus terus buahnya paling lebat deh, oya kelewatan sebenarnya dahan penulis paling aman, asumsi ya paling jelek, misalkan jatuh resiko penulis paling rendah dibandingkan saudara-sudara penulis, karena dahan paling rendah dari permukaan tanah.... hahahaha, Intinya dari pohon jambu air itu bisa kita ambil hikmahnya yaitu jadilah power ranger warna hijau, karena sehijau tempatnya, sehijau buahnya dan sehijau resikonya kalau jatuh sih, enggaklah yang bagian ini cuma bercanda aja. Mungkin pohon jambu air itu sudah tua sekarang, tidak sehijau waktu dulu, sesubur waktu dulu, selebat waktu dulu. Pohon jambu air itulah salah satu saksi bisu yang menyaksikan kami lima bersaudara pernah mampir dan main serta menikmati buah-buahnya terus tumbuh dewasa hari demi hari, semua canda tawa yang ada bahkan konflik kecil semuanya penggalan ceritanya ada dipohon jambu air juga... Huhuhuhu. Penulis dan saudara terkadang tidak dipungkiri juga terjadi gesekan atau konflik kecil, ya bersyukurlah walaupun sering terjadi gesekan sesama saudara namun itu tidak berarti apa-apa koq, kembali akur lagi dan main bersama lagi...Hahaha, semua itu tidak lepas dari peran seorang Ibu sih guys, Ibu kami yang jadi penengah ketika ada permasalahan yang muncul, mencoba dan berusaha bahwa sesama saudara harus akur sampai akhir hayat. Sampai saat ini juga, pesan Ibu kami tidak pernah berubah sama sekali seperti waktu kecil dulu. Bersyukur banget, kami lima bersaudara sangat akur sampai hari ini, komunikasi dan canda tawa seperti yang dulu lagi.

Source Image : Google
Sekarang ini, kami lima bersaudara telah tumbuh dewasa dan berpencar-pencar dimana-mana, menjalani rutinitas dan aktivitas masing-masing dan yang membuat penulis terkadang cukup sedih itu, kami lima bersaudara masih belum mampu untuk berkumpul dan kembali bersama dalam waktu yang sama dirumah bersama Orang tua untuk membagi cerita, canda tawa seperti yang dulu lagi. Terakhir penulis lima bersaudara bisa terkumpul bersama dalam waktu yang sama pada tahun 2010 silam. Harapan penulis, semoga kami bisa berkumpul bersama kembali dalam waktu yang sama bersama orang tua kami, karena bagi penulis harta karun yang tak ternilai harganya adalah "Orang Tua". Bersyukur banget kita yang masih memiliki orang tua sampai hari ini, maka dari itu mari bersama-sama guys, kita memohon dan berdoa kepada Tuhan, supaya orang tua kita selalu didalam perlindungan-Nya dan diberikan kesehatan sepanjang masa, rejeki dan kebahagiaan dimanapun mereka berada. Aminnnn

0 komentar:

Post a Comment