Dare to Dream

Follow Your Dreams, For They Are The Hope Of The Future

18 December 2014

Memilih Bukan Dipilih

Source Image : Google
Terkadang kalau dipikir-pikir ya, lebih bersyukur bisa diposisikan memilih daripada dipilih. Sebenarnya ini terkait pengambilan keputusan yang cukup kontroversi pada tanggal 15 Desember 2014 yang diambil, ya anggap postingan ini sebagai saksi bisunya deh (pengingat kapan keputusan kontroversi itu diambil)..hahaha. Kenapa dikatakan sebuah keputusan yang kontroversi, dikondisi yang baik, tiada angin, hujan, topan dan badai dan lain sebagainya, eh malah penulis menghadap ke meja pimpinan meminta di vacuumkan (bahasa lainnya : Non-Aktifkan) dari rutinitas yang biasanya dijalani (maklum banget, ceritanya memang sengaja dibuat seabstrak-abstrak mungkin). Namun, penulis memilih keputusan itu juga  dilandasi beberapa pertimbangan-pertimbangan sebelumnya, ya biar dianggap kalau otaknya pernah dipakai dan dilibatkan dalam memilih sebuah pilihan. hehehe. 

Jujur saja, sebenarnya penulis sangat bersyukur dengan kondisi yang dijalani saat ini. Tidak pernah terbayangkan bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Dikala banyak sekali orang berharap dan berbondong-bondong untuk bisa diposisi penulis saat ini dengan status saat ini dijalani, eh malah penulis memutuskan OFF dari posisi saat ini. Karena penulis sudah memilih keputusan kontroversi itu, maka dari itu penulis harus bersiap-siap dengan segala konsekuensi dan kemungkinan-kemungkina maupun dampak-dampak yang akan muncul dan terjadi. Setelah penulis memilih pilihan itu, maka ada kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi : bisa lebih baik dari posisi saat ini atau bahkan bisa lebih buruk dari posisi saat ini atau biasa saja tidak banyak perubahan yang signifikan seperti posisi atau status saat ini, ya bisa dibilang "Everything has Surprise".

Sebenarnya, itu saja sih yang ingin penulis tulis tujuannya ya buat mengingatkan tanggal 15 Desembernya saja. Makanya ceritanya memang dibuat tidak jelas sekali, ya memang itu tujuan dari penulis. Ya intinya penulis bersyukur selalu diposisikan bisa "Memilih" bukan "Dipilih". Namun disini penulis tidak ingin bahas maksud dari kata itu, pasti semua orang bisa mengartikan maksud dari kata tersebut apabila berada dalam kondisi yang seharusnya dan semestinya disuatu waktu nanti.


05 December 2014

Capability Model Framework COBIT 5

Source : COBIT® 5, Process Assessment Model : page 11
Pada framework COBIT 5 tidak lagi menggunakan Maturity Level seperti pada COBIT 4.1 sebelumnya. Namun diganti menjadi Capability Model yang mengadopsi dari ISO/IEC 15504-2, dimana proses penilaian akan berdasarkan tingkat kemampuan sebuah organisasi dalam melakukan proses-proses yang telah didefinisikan dalam model assessment. Berikut ini tingkatan Capability Model yang dimiliki sebuah organisasi, antara lain :

  • Level 0 : Incomplete Process
Organisasi pada tahap ini tidak melaksanakan proses proses TI yang seharusnya ada atau belum berhasil mencapai tujuan dari proses TI tersebut.

  • Level 1 : Performed Process
Organisasi pada tahap ini telah berhasil melaksanakan proses TI dan tujuan proses TI tersebut benar-benar tercapai.

  • Level 2 : Managed Process
Organisasi pada tahap ini dalam melaksanakan proses TI dan mencapai tujuannya dilaksanakan secara terkelola dengan baik, sehingga ada penilaian lebih karena pelaksanaan dan pencapaiannya dilakukan dengan pengelolaan yang baik. Pengelolaan berupa proses perencanaan, evaluasi dan penyesuaian untuk ke arah yang lebih baik lagi.

  • Level 3 : Established Process
Organisasi pada tahap ini memiliki proses-proses TI yang sudah distandarkan dalam lingkup organisasi secara keseluruhan. Artinya sudah memiliki standar proses yang berlaku diseluruh lingkup organisasi tersebut.

  • Level 4 : Predictable Process
Organisasi pada tahap ini telah menjalankan proses TI dalam batasan-batasan yang sudah pasti, misalkan batasan waktu. Batasan ini dihasilkan dari pengukuran yang telah dilakukan pada saat pelaksanaan proses TI tersebut sebelumnya.

  • Level 5 : Optimizing Process
Pada tahap ini, organisasi telah melakukan inovasi-inovasi dan melakukan perbaikan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuannya.


Referensi :

IT Governance Institute, COBIT 5 : Process Assessment Model, ISACA, 2012.