20 April 2015

Bunga Tak Selamanya Mekar Indah

Source Image : Google
Sepintas dibenak penulis terlintas sebuah ungkapan yang sering diucapkan semasa masih dikampung halaman "Bunga tak selamanya mekar indah". Yuppss, betul sekali ucapan itulah sering penulis ucapkan semasa jaman-jaman masih berseragam sekolah lhooo. hehehe... Sebenarnya ungkapan pepatah itu penulis juga belajar dari Orang Tua penulis sendiri sih. Karena seringnya mendengar ungkapan tersebut dari Orang Tua, lama kelamaan penulis mulai penasaran sebenarnya ungkapan kata itu maksudnya apa sih... Eittt, jangan salah paham dlu ya, Bunga disini bukan seperti bunga yang sering diperbincangkan di berita-berita TV ya "Sebut saja namanya Bunga" hahaha...

Karena Orang Tua penulis sering mengucapkan ungkapan kata itu, kayaknya punya makna yang dalam deh (dalam hati penulis). Penulis mulai mendapatkan jawaban atas ungkapan kata itu pada saat pas waktu pembagian buku raport SMA. tepatnya dikelas XI semester 1 (satu). Sekedar informasi, gini-gini penulis dari jurusan IPA lhoo, percaya ga..tapi IPA nya karena emang dimasukin Wali Kelas waktu itu, andaikan boleh memilih penulis akan memilih langsung LULUS SEKOLAH aja sih hahaha (ngarep banget yak).  Kembali ke topik awal, nah pada saat pembagian raport itu, kebetulan Wali Kelas penulis waktu itu memperingkatkan juara seluruh siswanya satu per satu dari atas ke bawah.

Hayooo, coba tebak kira-kira waktu itu penulis dapat juara berapa. 1 2 atau ga juara sama sekali hahaha... kata Wali Kelas penulis sih bilangnya juara 3... Horeeeee (serius, senangnya hati penulis waktu itu dengar juara 3). Tapi sayang seribu sayang ternyata Wali Kelas bilang kalau penulis itu juara 3 dari belakang lhoo hahahahahaha. Awalnya penulis juga mengira bahwa benaran juga 3 gitu, eh ternyata juara 3 dari belakang. Jadi waktu itu, total siswa termasuk penulis ada 32 orang. Jadi pasti udah tahu penulis juara berapa sebenarnya, dihitung mundur aja 32 (juara 1 dari belakang), 31 (juara 2 dari belakang), 30 (juara 3 dari belakang). Yupppp, betul penulis juara 30 waktu kelas XI semester 1 (rekor baru). 

Dari situ, penulis menemukan jawabannya atas ungkapan kata itu melalui pengalaman langsung penulis sendiri. "Bunga tidak selamanya akan mekar indah, Ada waktunya akan layu juga.  Begitu juga halnya seorang manusia tidak akan selamanya berada diatas, ada kalanya juga dibawah". Nah, sampai hari ini pun dalam kehidupan penulis sendiri masih banyak mengalami kondisi terbaik dan terburuk koq, hehehe. Tapi penulis merasa bersyukur dan beruntung masih diberikan kesempatan untuk bisa mengalaminya secara langsung. Namun, penulis ga bisa mungkiri kalau dibilang sedih ya pasti sedih hehehe... Tapi kalau sedih, pandanglah ke langit bahwa Tuhan selalu menemani kita. Penulis yakin, pasti semua orang pernah mengalami sisi terbaik dan terburuk dalam hidupnya, minimal sekali dalam hidupnya. Kalau penulis sih, berkali-kali hahaha. Hanya sekarang bagaimana cara menyikapi semua yang terjadi itu. Kalau tidak menemukan jawabannya cobalah pandang ke sungai, airnya selalu mengalir walaupun bebatuan menghalanginya. Sekian !!!

0 komentar:

Post a Comment